Puisi Karya Ki Ageng Brahma (Sella)

Negri khayangan
Langit cerah menghias cahaya. Diatas derai ombak ia menari
Tali rambutmu terurai, kala aku tatap indah matamu
Reasah dalam hati merasuk , untuk sejanak
Kala terdengar tembang tembang lagu cunta
Meninggalkan satu kenanagan
Nan terukir dalam dinding dinding hati
Mengubah rasa jadi sebuah cinta
Tuhan …… kni kau telah turunkan cinta di negri khayangan
Dan berikan mawar padaku sebagai tanda cinta
Tuhan jagalah dia
Jagalah ditiap helai nafasnya
Jagalah tuhan agar cinta ini tumbuh dengan benih benih keberkahan
Kabar untuk kekasihku
Kasihku ………… aku tak bisa kasih apa apa untukmu
Hanya suara suara kasih sayang yang aku punya
Saat ini aku ada dipersimpangan jalan kasih
Apakah akubharus memilih kasih
Berjalan diatas kebenaran
Atau kah diatas jalan kedamaian menurutmu
Kekasihku ternyata aku lebih memilih kebenaran
Meskipun kebenaran aitu penuh darah dan nanah
Apalah arti kedamaian jika itu dalam kebusukan
Kasihku
Tidak kekasihku……….. kau tidak boleh jadi bahasan
Yang tak berguna dalam hidup ini kasihku
Kekasihku munkin mereka bentangkan mimipi mimpi
Tentang kedamaian yangb akan dikisahkan nanti pada kita
Sedang kebenaran tercabik cabik tertuang dalam lautan debu
Suram tak berkala dalam menentukan kata
Kasihku biarpun kau terpisah denganku saat ini
Dan tak mau tau tentang diriku
Namun aku tetap rindu padamu
Rindu memelukmu rindu membelaimu
Rindu akan tawa dan suaramu yang merdu bagai bidadari surga
Dan rindu pula dengan kasih sayangmu padaku
Namun aku relakan kerinduan ini untuk terus berjuang
Demi anak bangsa dan dirimu kasih
Untukmu 2312
Dalam kedamaian yang tertulis diatas waktu
Telah menghiasi rotasi tentng kehidupan
Terdampar dalam satu alam baka
Lalu tertuang kembali tentang kebahagiaan itu
Tertuang dalam cermin tatanan cinta
Dan aku yang belum hadir waktu itu
Bahkan serasa tak munkin akan terucap kata kata itu untukmu
Sayang maafkan aku…………..
Waktu itu tuhan belum hadirkan aku dalam sendi sendi kehidupanmu
Namun tulus suci ku ku persembahkan untukmu saat ini
Dan itu hanya untukmu
Sayang……
Tanoa ragu aku ucapkan dengan lafal yang lenbut dengan kata
SELAMAT ULANG TUHUN
Untukmu bulan lau
Maafkan aku yang tak bisa membersamaimu saat itu
Bangunan tua
Menatap jalan setapak yang terkhir
Diarah barat bangunan tua itu
Bertanya tanya kapan kau kembali
Masihkah ada nada nada cinta
Masihkah kau kuat dengan ku
Dengan mengukir cinta yang saat ini ada
Dan tertanam dalam belahan jiwa
Yang telah disaksikan oleh tuhanmu
Dan seluruh alam ini
Siapakau
Bagai mana aku bisa meraihmu
Jika tempat itu harus kau singgahi terus
Dan jika buku itu saja yang kau baca
Harus bagaimana aku memulainya
Kalau kau salahkan aku ketika ada kata menyentil
Tentang dedung yang ku sebut tempat belajar katanya
Yahbaku hanya bisa berbisik lirih dalam hati
Apa kau bisa buat aku sukses??
Sedangkan kau semena mena dengan anka
Ah sudahlah aku lebih baik simpan buku ku ini agar ad diperpustakaan gdung
Dan kau simpan pula bukumu dirumah jika aku terus salah
tuhan apa lagi yang akan ia katakan
Apa aku bisa menyebutnya dosen
Tapi ia tak mampu memahami siswanya
Apa ia bangga dengan kekuasaan yang ia miliki yang orang sebut dekan
Atau gelar yang kau miliki sebagai doktor
Ingatlah itu hanya sebagian kecil dari hdupmu
Mana tanggung jawabmu atas siswamu yang bingung
Bingung akan kemasan fakultas yang tak jelas
Ya sudahlah munkin mereka merasa jadi tuhan di tempat ini
Tapi tuhanpun masih mengamatinya
Aku tak tau siapa yang benar
Karena aku selalu yang salah

 

YA ALLAH AKU JATUH CINTA

Pagi yang cerah menjadi redup bagai kolosal aku termenung melihat fenomena untuk alam raya yang merambah pada rasa yang berbakti pada otak takberisi ilmu pengetahuan itu perumpamaan manusia telah tak sinkron pada alam, manusia,Tuhan dan tak bersinergi dalam kehidupan sesama tanpa obrolan dan kearifan aku hanya tau suara hanya tau rasa hanya tau cahaya yang mengingatkan aku pada sosok yang begitu melemahkan hati bila tak terpelihara dalam nada nada yang berderet menanti hadirnya dalam batinku bertanya saat aku melihat ponselku yang bergetar dan tersebutkan nama naila yang tertulis dalam ponselku malam tadi yang terasa sepi menjadi lebih berirama dengan angin yang lama tak tergugah dalam tiap jengkal tubuhku, hingga malam tampakan bintang yang melukiskan cahaya pada awan hitan, mengajak aku untuk berkarya dengan namamu

namun ada yang tak bisa ditolak oleh nuraninya karna penjagaan hati yang menjadi kan naila menjauhi aku saat ini aku tak tau kenapa kau ini seperti itu… apa tuhan sudah mulai mangajak aku untuk bercengkrama denganNYA sehingga aku terus bercorak mengubah dasar jiwa yang seakan binasa karena kau tak lagi mau tau tentang semua yang aku jalani waktupun yang mengisahkan kita dengan kedekatan yang tak lagi ada batas dalam pembicaraan kini mulai terbatas dengan sebuah kekuatan hati yang hanya mengetahui dalam satu sisi dimana kau terus mengira aku denganya padahal aku tak terjangkit dalam hubungan apapun dengan orang yang ternyata kau anggap itu menjadi bagian dari hidup aku.

naila harus ku kirimkan kabar darimana agar aku tau tentangmu dan kaupun tau tentang diriku yang melihat dengan batin dan tak tertampak pada wujud nyata apa aku harus mengisahkan dahulu dan berikabar pada semua agar kau tau tentang aku naila. kenapa denganmu naila masihkah kau terus bergumam dan beranggapan aku bermain hati dengan seseorang yang kau pimpin?? atau memeng kau sudah tak lagi mau dengan semua kata kataku lagi, aku maklumi itu naila…., tapi kau lihat kau dan pasti ingat bahkan kaupun menatapku seakan harus menyimpan sesuatu yang tak lagi aku mengerti tentang semuanya… tentang keinginanmu, bahkan ketika jalan dengan keramaian jadi sebuah saksi saat kita bertemu merka selalu bilang dalam kediamanya akan hati aku dan hatimu seakan aku tak lagi bisa mendengar suaramu lagi seperti menuliskan angka yang tak selesai dan patah hati hingga aku hanya tau tentang gesekan yang beralih pada sebuah keterbatasan aku dan kamu naila.

apa kau mengira disaat yang sama kau mulai tau tentang aku dan lakuku yang belum kau pastikan tentang kabar cinta itu naila??. aku menyadari bahwa rasa cintaku padamu tidaklah dibuat buat namun tumbuh brlahan bersama berseminya alam dan sang mawar yang mengisahkan tentanang perjuangan yang begitu indah seakan mengalahkan perjuangan qiyas yang memperjuangkan cinta nya pada laila.. tapi mengapa dalam tiap tatapan yang terus tepancar seakan kau menyimak hatiku yang sepi namun ternyata aku salah mengerti tentang itu hingga tiap malam dan tiap waktu aku bersujud aku bermunajat pada yang maha kuasa tak peduli allah mendengarkan atau tidak aku berkata dan bergumam dalam hati untuk mengadu akan rasa yang telah lama aku miliki dan terpendam dalam hatiku , ohh serasa sepi aku tanpa ada cinta yang tertaburkan darimu untukku walaupun sang esa telah berikan kasih sayang lebih untukku namun tak sempurna rasanya jika tak seperti rosul yang juga terdampingi oleh khotidjah dan aisyah yang melengkapi hidup hingga sempurna… kini aku bermunajat padamu

ya allah tuhanku kekasih hatiku

saat aku sendiri menahan rasa cinta yang lama tertanam

mngukir ditiap dinding hati dalam nikmatnya cinta

maafkan cintaku padaMU meski aku bagi

satu untukMU satu lagi untuk naila

namun cinta membeku dan mencair dalam takdirMU

Oh allahku maafkan aku maafkan ketauhidanku

apakah aku kufur jika malam ini cintaku terbagi dua

apakah aku salah cintaku pada hambaMU lebih

tapi andai saja kau tak beri cinta sebesar ini

tentu saja aku tak akan menduakanMU

karena itu… apa aku salah??ketika aku gengam pemberianmu

dan melambungkan rahasia alif lammim MU

apa kau merasa aku menduakanMU duhai kekasihku (allah)

malam ini aku renungi kembali arti qof dan nunMU

yang memebentuk menjadi semesta alamku

bukan.., bukan maksud aku melebihkan cintaku pada naila

bukan pula mengagungkan cinta nailaku dalam diriMU

apa yang kau berikan padaku, lebih dari semasta

kau telah memberiku cinta dan arti tentang dunia

entah apa yang harus aku katakn jika cinta itu begitu besar

hingga sering melupakanMU menduakanMU

allahku kekasihku duhai yang kamil dalam permata hatiku

bila kau ijinkan jadikan cinta ini jadi milikku selamanya

dan akupun jadi mlilkMU selamanya dangan segala puji

ku katakan padaMU aku sangat mencintaiMU jadi jangan kau iri dengan cinta yang aku miliki

tetapi dialah kekasiku allah nun tetap dalam sir MU

aku rela kau mencabut cinta pada nailaku mala ini

tapi dalam munajatku tiap saat,ijinkan aku

selalu memohon, bahkan menagih lagi cinta itu

sebab harus aku akui aku telah terlanjur terbelenggu

dalam cinta yang tak terbatas,juga tak berjarak ini

cinta yang kekal dan sudah meruang dan mewaktu

duhai kekasih sungguh aku terlampau hanyut denganya

rintih ,riuh bergelombang selalu hadir dalam dadaku

aku sendiri mengarungi laut waktumu sendiri

tak ada yang tau entah bintang rembulan

tapi bukankah kau yang selalu jadi kekasihku (ALLAH)

Duhai kekasihku (ALLAH) kini cinta itu telah menjadi bagian wujudku

karena itu keta’dzimanku padaMU

apakah kau tega menelantarkan aku

sedang kau maha kekasih maha pemberi segalanya

Dan aku janin yang melekat atas sifat rohman rohimmu

kekasihku aku sadar tak munkin aku khatamkan dalam khurufmu

karna dalam gelap aku selalu rindu pada wajahku sendiri

karena dalam firmanmu aku memohon dalam kehadiran bintangku

temani jiwa yang tak mendapati terang ini

tujukan nailaku sebagai belahn jiwaku

agar aku tak pilu ketikabersimpuh dihadapanMU

terangi hatiku, besarkan samuderaku, atas kegalauan ini

hangatkan nadiku dengan cahayamu duhai kekasihku (ALLAH)

duhai kekasihku apa yang melebur dalam samudraMU

kalu bukan engkau sendiri yang mewujud dalam cinta.lalu siapa??

beradu dalam deburku bagian dalam rohkuyang mengantarkan aku terus bermunajat denganMU.jika aku bernyanyi karna cintaku dan cintamu

apakah kau sudah mencabut karunia ini

yang karenanya aku selalu takbir kepadaMUbertahmid tahlil dan mengenal ma’rifatMU

maka berdansalah aku bersama cintaku diatas indahnya surgaMU

aku tidak butuh bidadariMU yang kelak menjemputku

walauia lebih cantik dari tiga langit dan tuju lapis bumi

sebab naila ini sudah terlalu cukup untuk kesenyapanku ya robb

ya robbiii benarkah cinta ini merupakan jalan menuju padaMU

jika tidak…, apakah ada jalan yang lebih bening dan suci selain cinta??

untuk menembus dan menuju firmanMU,lembah lembahmu langit langit mu(ALLAH)

dan bebukitan yang akan aku lalui menuju sidratul muntaha

duhai kekasihku munajat aku cinta sholat aku cinta sujudku cinta dzikirkucinta

seluruh langkah aku cinta

yarobbiiii siapa yang akan mengkaruniai itu semua jika bukan engkau

lalu siapa pula yang menanam benih benih cintaku pada naila

hingga cinta yang kau beri ini tak bisa hilang ya robbiii

semua mustahil jika cinta itu bergerak sendiri tanpaMU

dan semua terpana dalam ridlomu

beginilah aku menulis dalam gemuruh munajatku padamu gemuruh hati yang hanya tertulis pada lima lembar kertas yang merapatkan imanku dalam jiwa yang lengah

sebenarnya aku ingin terus menuliskan ini semua agar naila tau bahwa semua itu hanyalah allah yang berikan semua rasa padaku tapi tangan ku tiba tiba bargetar danpena yang aku pegang terlepas begitu saja,aku kembali ucapkan istigfar,berkali kaliakupun sadar aku sedang merasakan cinta yang begitu luar biasa dengan naila dan rasa itu seakan sudah begitu membias pada kekasih sang pencipta yang mengintai dalam lauhul mahfud tampat pijakan pertama aku ingin kembali padanya yarobbiii seperti pertamakali aku bertemu naila diatas lapisan langit laukhul mahfud.

 

(ALLAH YANG PALING AKU CINTA HINGGA AKU MARASAKAN CINTA KU PADA NAILA SEAKAN SAMA DENGAN MU ASTAGFIRULLOH HAL ‘ADZIM)

                                                                                                       

‘’hidup akan mati namun berkarya tak akan pernah mati

seperti alghozali berkarya sampai nyawa di ibu jari’’

 

 

 

sel@3012=14 #4n4

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.