KULIAH SAMBIL NGAJI "MENCETAK SARJANA QUR`ANI"

Ahmad Anwar, salah satu dosen di program studi Ilmu Politik, Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik – Universitas Sains Al-Qur’an mengikuti workshop internasional di Beijing. Acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Sains dan Teknologi pemerintah Tiongkok dan UNESCO tersebut membahas tentang Kebijakan inovasi sains dan teknologi.

Training ini bertujuan untuk mempromosikan komunikasi dan kerjasama antara negara-negara berkembang dalam bidang strategi dan penelitian tentang sains dan teknologi serta membantu negara-negara berkembang lainnya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam perumusan strategi dan kebijakan tersebut.
Workshop ini berlangsung dari 22 oktober sampai 10 november di Beijing disertai dengan kunjungan lapangan ke Guangzhou, salah satu kota modern di Tiongkok. Event tersebut dihadiri oleh delegasi dari 9 negara Asia, Afrika dan Amerika Selatan, diantaranya yaitu Uzbekistan, Sudan,Filipina, Pakistan, Nigeria, Mongolia, Brazil, Indonesia dan Tiongkok.

Anwar yang merupakan ahli di bidang politik dan kerjasama internasional dalam hal ini menjadi delegasi untuk Indonesia. Ia mengakui bahwa seleksi untuk mengikuti acara ini cukup ketat karena calon harus memiliki kapabilitas akademis yang memadai. “Peseta dipilih langsung oleh pihak UNESCO yang membawahi acara tersebut sehingga harus bersaing dengan calon lain dari berbagai negara di dunia.”

Menurut Anwar, pembangunan di negara berkembang tidak lepas dari permasalahan teknologi. Banyak negara, termasuk Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya kesulitan untuk mengeksplorasi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bahkan kemajuan sains dan teknologi telah jelas sekali menjadi ukuran kemajuan suatu negara. Untuk itu pemerintah Indonesia harus perlu menentukan strategi dan kebijakan untuk memajukan bangsanya.

Sementara itu, Irwan Abdu Nugraha sebagai ketua prodi Ilmu Politik mendorong dosen-dosen lain untuk aktif mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai program studi di UNSIQ yang terbilang masih baru, prodi Ilmu Politik dibuka sebagai media untuk menjawab berbagai permasalahan sosial politik bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya Wonosobo dan sekitarnya.

“Ilmu Politik mencangkup berbagai hal yang berkaitan dengan masyarakat. Tidak hanya tentang strategi mendapatkan kekuasaan, namun permasalahan pemerintahan, pembangunan ekonomi, bahkan hukum juga dikaji”, terang Irwan. Lebih jauh lagi Irwan menambahkan bahwa Ilmu Politik UNSIQ memiliki visi untuk mencetak sarjana yang peka terhadap isu lokal, nasional maupun internasional seperti permasalahan kebijakan sains teknologi untuk pembangunan global yang sedang diikuti oleh Anwar di Beijing tersebut.

mmexport1508928614214 GENERAL SEATED GENERAL STANDING